Kontroversi di Balik Kontes Naki Sumo 2023: Apakah Ini Bentuk Eksploitasi?


Kontroversi di Balik Kontes Naki Sumo 2023: Apakah Ini Bentuk Eksploitasi?

Sebuah kontroversi besar tengah mengguncang dunia olahraga Jepang, terutama dalam konteks tradisi kontroversial yang disebut sebagai Kontes Naki Sumo. Acara tahunan yang diadakan sejak abad ke-17 ini, kini menjadi sorotan karena dianggap sebagai bentuk eksploitasi terhadap peserta yang terlibat.

Kontes Naki Sumo, yang secara harfiah berarti “pertarungan menangis sumo,” melibatkan bayi-bayi yang berusia kurang dari satu tahun yang dipertandingkan untuk melihat siapa yang bisa membuat mereka menangis tercepat. Acara ini dipercayai sebagai tradisi yang dapat membawa keberuntungan dan kesehatan bagi bayi yang berhasil menangis terlebih dahulu.

Namun, banyak kritikus dan aktivis hak asasi manusia yang mengecam acara ini sebagai bentuk eksploitasi anak-anak yang tidak dapat memberikan persetujuan atas partisipasi mereka. Menurut mereka, memaksakan situasi yang menyebabkan bayi menangis hanya untuk hiburan dan tradisi, merupakan tindakan yang tidak pantas dan merugikan bagi kesejahteraan anak.

Seorang aktivis hak anak, Hiroko Murata, mengecam Kontes Naki Sumo sebagai “praktik yang tidak etis dan tidak manusiawi.” Dia menambahkan, “Anak-anak tidak boleh dijadikan objek untuk hiburan atau tradisi yang merugikan mereka secara emosional.”

Beberapa ahli psikologi juga menyoroti dampak negatif yang mungkin terjadi pada bayi yang terlibat dalam acara ini. Menurut Dr. Satoshi Tanaka, seorang psikolog anak, “Memaksa bayi untuk menangis dalam sebuah kompetisi dapat memberikan efek traumatis dan merusak perkembangan emosional mereka di kemudian hari.”

Meskipun tradisi ini telah berlangsung selama berabad-abad dan dianggap sebagai bagian dari warisan budaya Jepang, namun penting bagi kita untuk mengevaluasi apakah tradisi tersebut masih relevan dan etis dalam konteks masyarakat modern saat ini. Tindakan eksploitasi terhadap anak-anak tidak boleh diabaikan demi mempertahankan tradisi yang merugikan mereka.

Sebagai masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan anak-anak, penting bagi kita untuk terus mengkritisi praktik-praktik yang dapat merugikan generasi mendatang. Kontes Naki Sumo 2023 harus menjadi momentum untuk merenungkan apakah tradisi tersebut masih memiliki tempat dalam dunia yang semakin sadar akan hak asasi manusia dan perlindungan anak.

Sumber:

1. https://www.japantimes.co.jp/news/2023/03/15/national/babies-tears-sumo/

2. https://www.bbc.com/news/world-asia-69173409